Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Test link

Apakah Saraf Terjepit Harus Operasi? Ini Faktanya!

Saraf terjepit yang ringan hingga sedang tidak perlu dioperasi. Biar kamu lebih paham, ayo kita diskusikan lebih lanjut.


Poster edukasi penanganan saraf terjepit dan kapan harus operasi

Saya paham bahwa kamu merasa bingung, takut dan cemas saat diberitahu dokter kalau kamu memiliki saraf terjepit. Ada banyak pertanyaan dan kebingungan yang kamu rasakan. Salah satunya apakah saraf terjepit memang benar-benar harus dioperasi agar sembuh dan tidak kambuh lagi? 

Jawabannya adalah “Tidak”, ya kamu tidak salah baca, atau lebih tepatnya tergantung dari tingkat keparahannya. Saraf terjepit yang ringan hingga sedang tidak perlu dioperasi, sementara saraf terjepit yang berat, yang bikin kamu sulit untuk berjalan atau sulit melakukan aktivitas sehari-hari, yang bikin kamu kesakitan terus-menerus, bahkan yang sampai bikin kamu sulit mengontrol buang air kecil maupun buang air besar. Nah pada tahap inilah operasi memang diperlukan sebagai jalan keluar yang paling tepat dan efektif. 


Biar kamu lebih paham dan tidak bingung dengan keadaan penyakit saraf terjepitmu, ayo kita diskusikan lebih lanjut…


Seberapa Parah Kondisi Saraf Terjepitmu? 


Kamu perlu tahu kondisimu saat ini berada pada tingkatan yang mana agar kamu bisa memilih terapi dan keputusan yang tepat. Ada beberapa tingkatan keparahan saraf terjepit, secara sederhana untuk memudahkan pemahaman bisa dibagi menjadi tiga: 

  1. Ringandirasakan sebagai nyeri lokal atau kesemutan sesekali di area tertentu seperti pinggang atau punggung bawah, atau bisa di area bokong atau paha belakang saja. Kaki masih tetap bisa digerakkan. (Tidak perlu operasi.)
  2. Sedang: Nyeri yang mulai menetap dan bahkan bisa menjalar, mulai dari punggung bawah hingga kaki. Adanya rasa kebas (mati rasa) dan kaki terasa sedikit lemas atau kurang bertenaga. (Bisa ada pertimbangan operasi, dokter akan menilai berdasarkan kesesuaian antara keluhan pasien dan hasil MRI.)
  3. Berat: Nyeri sangat tidak tertahankan meskipun sudah minum obat antinyeri yang kuat, lumpuh yang semakin parah dari waktu ke waktu, bahkan ada gangguan buang air kecil maupun besar. (Operasi menjadi pilihan terapi yang paling direkomendasikan.)

Banyak pasien saraf terjepit yang mengeluh takut dioperasi, padahal sebagian besar kasus tidak memerlukan operasi. Cukup dengan obat yang diresepkan dokter dan fisioterapi. Dan satu hal yang penting, saraf yang terjepit di tulang belakang bisa dicegah perburukannya dengan memakai korset atau brace lainnya yang sesuai. 


Setiap pasien memiliki kondisi  yang berbeda-beda, maka penentuan terapi terbaik harus tetap melalui pemeriksaan langsung oleh dokter. 


Kalau kamu mau info lainnya terkait saraf terjepit, bisa baca artikel terkait di blog ini.



Salam Sehat, 


dr. Maulana Alfansury







Halo, saya dr. Maulana Alfansury. Senang bisa berbagi dengan Anda di sini. Saya membangun MedTalks sebagai ruang edukasi kesehatan tulang, sendi dan otot yang ringan namun tetap ilmiah. Mari berdisk…

Posting Komentar

© MedTalks - dr. Maulana. All rights reserved. Developed by Jago Desain