Banyak yang mengira sewaktu terjatuh, lalu cedera dan bergumam “Aku cuma keseleo dikit kok..”, atau sebaliknya, habis jatuh langsung bengkak di tangan atau kaki terus bilang “Kayaknya kakiku patah deh..!, gimana inii..?”.
Selama berpraktik saya sering menangani pasien-pasien yang mengalami cedera, baik itu cedera saat berolahraga, jatuh terpeleset, jatuh dari motor, kecelakaan kerja dan lain sebagainya. Ada di antara mereka yang datang ke IGD masih bisa berjalan tapi setelah diperiksa dan dilakukan foto rontgen (X-Ray) ternyata tulangnya retak atau patah. Ada juga yang bengkak besar di kaki ataupun tangan dan sulit digerakkan ternyata hanya keseleo.
Karena merasa “masih bisa jalan”, banyak pasien yang menunda pemeriksaan. Akibatnya, cedera menjadi semakin parah, bengkak makin berat, bahkan tulang bisa mengalami pergeseran.
Jadi sebenarnya, bagaimana cara membedakan keseleo dan patah tulang dengan cepat?
Apa Itu Keseleo?
Keseleo terjadi ketika ligamen, yaitu jaringan yang menghubungkan antar tulang pada sendi, mengalami peregangan berlebihan atau robekan.
Apa Itu Patah Tulang?
Patah tulang adalah kondisi ketika tulang mengalami retakan atau putus akibat benturan, jatuh, kecelakaan, atau tekanan yang kuat.
Patah tulang tidak selalu bengkok, retak halus pun sudah termasuk fraktur (Patah).
Tabel Perbedaan Keseleo dan Patah Tulang
Ciri-ciri yang Lebih Mengarah ke Patah Tulang
- Nyeri sangat hebat
- Bengkak cepat membesar
- Sulit menggerakkan anggota tubuh
- Bentuk tangan/kaki tampak tidak normal
- Ada bunyi “krek”
- Nyeri hebat saat ditekan
- Tidak mampu menahan berat badan
Apakah Patah Tulang Selalu Tidak Bisa Jalan?
Tidak selalu.
Pada beberapa kasus retak tulang ringan, pasien masih bisa berjalan atau menggerakkan anggota tubuh. Karena itulah banyak orang salah mengira cedera tersebut hanyalah keseleo biasa.
Kapan Harus Segera Ke IGD?
- Nyeri sangat berat
- Bengkak cepat membesar
- Bentuk kaki/tangan berubah
- Mati rasa
- Sulit berjalan
- Tidak bisa menggerakkan anggota tubuh
- Luka terbuka
- Cedera setelah kecelakaan berat
Checklist Mandiri Di Rumah
Setelah cedera coba perhatikan:
- Apakah nyeri terus bertambah?
- Apakah bengkak semakin besar?
- Apakah sulit berjalan?
- Apakah ada perubahan bentuk?
- Apakah nyeri sangat terlokalisir pada tulang?
Jika beberapa tanda di atas muncul, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk memastikan apakah terdapat retak atau patah tulang.
Pertolongan Pertama Saat Cedera:
Gunakan metode “Istri Es BatAng”
Istri → Istirahat
Istirahatkan anggota tubuh yang cedera.
Es
Kompres es selama 15–20 menit.
Bat → Bebat
Gunakan perban elastis jika tersedia.
Ang → Angkat
Posisikan lebih tinggi dari jantung untuk membantu mengurangi bengkak.
Apakah Semua Patah Tulang Harus Dioperasi?
Tidak. Tergantung pada bentuk patahan tulangnya, jika simpel maka bisa tanpa operasi , dan sebaliknya jika patahannya kompleks perlu dioperasi. Untuk melihat jenis patahannya perlu dilakukan pemeriksaan oleh dokter dan disesuaikan dengan hasil rontgen (X-Ray).
Apakah Patah Tulang Selalu Bengkak?
Tidak selalu, tetapi sebagian besar patah tulang menimbulkan bengkak akibat peradangan dan perdarahan di area cedera.
Apakah Keseleo Bisa Sembuh Sendiri?
Keseleo ringan dapat membaik dengan istirahat dan penanganan yang tepat, tetapi keseleo berat tetap perlu diperiksa dokter.
Apakah retak tulang termasuk patah tulang?
Ya. Retak tulang merupakan bagian dari fraktur atau patah tulang.
Masih bisa jalan, apakah berarti bukan patah tulang?
Belum tentu. Beberapa patah tulang ringan masih memungkinkan seseorang berjalan.
Kesimpulan
Kalau kamu sedang mengalami cedera, jangan panik, segera lakukan penangan awal di rumah, jika terdapat ciri-ciri patah tulang atau keseleo berat segera periksa ke dokter. agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sejak awal.
Tidak semua nyeri setelah jatuh hanyalah keseleo biasa. Dalam beberapa kondisi, bisa saja terdapat retak atau patah tulang yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Salam sehat,
dr. Maulana Alfansury



