Pria itu masuk ke ruang praktik dengan langkah yang tidak nyaman. Sesekali tangannya memegang bokong sebelah kiri. Wajahnya tampak lelah.
“Kalau aku duduk kelamaan mulai muncul sakitnya dok…”
“Jalan jauh sakit…”
“Bahkan tidur pun mulai tidak nyaman.”
Awalnya dia mengira hanya masuk angin. Kemudian mengira kecapekan karena pekerjaan. Lalu mencoba pijat. Mencoba obat warung. Mencoba istirahat. Tetapi nyerinya tetap ada. Bahkan mulai menjalar dari bokong ke paha belakang hingga betis. Yang paling membuatnya takut adalah satu pikiran yang terus muncul di kepalanya:
“Jangan-jangan saya kena saraf terjepit…”
Jika kamu pernah mengalami keluhan seperti ini, kamu tidak sendirian. Selama praktik, saya cukup sering menjumpai pasien yang datang dengan keluhan nyeri bokong yang menjalar ke kaki dan mengira dirinya mengalami saraf terjepit pada tulang belakang. Padahal setelah diperiksa lebih lanjut, ternyata penyebabnya bukan berasal dari tulang belakang. Melainkan dari sebuah otot kecil yang berada jauh di dalam bokong. Namanya adalah otot piriformis.
Kondisi inilah yang dikenal sebagai Piriformis Syndrome atau Sindrom Piriformis.
Apa Itu Piriformis Syndrome?
Piriformis Syndrome adalah kondisi ketika otot piriformis mengalami ketegangan, peradangan, spasme, atau menjadi terlalu kaku sehingga menekan atau mengiritasi saraf skiatik (sciatic nerve).
Saraf skiatik merupakan saraf terbesar dalam tubuh manusia. Saraf ini berjalan dari daerah bokong, turun ke paha belakang, hingga ke kaki. Ketika saraf ini tertekan oleh otot piriformis yang bermasalah, muncullah berbagai keluhan yang sering kali mirip dengan saraf terjepit.
Inilah alasan mengapa banyak orang salah mengira bahwa dirinya mengalami hernia nukleus pulposus (HNP) atau saraf terjepit pada tulang belakang.
Mengenal Otot Piriformis
Otot piriformis adalah otot kecil yang terletak jauh di dalam bokong. Walaupun ukurannya relatif kecil, fungsinya sangat penting. Otot ini membantu:
- Memutar paha ke arah luar
- Menstabilkan sendi panggul
- Membantu berjalan
- Membantu berlari
- Membantu menjaga keseimbangan tubuh
Masalah muncul ketika otot ini menjadi terlalu tegang atau mengalami spasme. Karena letaknya sangat dekat dengan saraf skiatik, sedikit saja pembengkakan atau ketegangan dapat mengiritasi saraf tersebut. Akibatnya timbul nyeri yang dapat menjalar jauh hingga ke kaki.
Gejala Piriformis Syndrome
Keluhan yang sering dialami antara lain:
1. Nyeri pada bokong
Biasanya terasa di salah satu sisi. Pasien sering menunjuk satu titik tertentu pada bokong yang terasa sangat nyeri.
2. Nyeri menjalar ke paha belakang
Nyeri dapat menjalar dari bokong ke belakang paha.
3. Kesemutan
Sebagian pasien mengeluhkan sensasi kesemutan atau baal ringan.
4. Duduk lama terasa sangat tidak nyaman
Ini merupakan salah satu gejala yang cukup khas. Semakin lama duduk, keluhan sering semakin berat.
5. Nyeri saat naik tangga
Karena otot piriformis bekerja lebih keras saat aktivitas tersebut.
6. Nyeri saat bangun dari posisi duduk
Banyak pasien mengeluhkan rasa nyeri yang menusuk saat mulai berdiri.
7. Nyeri saat berlari atau berjalan jauh
Terutama pada pelari dan individu yang aktif berolahraga.
Kenapa Piriformis Syndrome Bisa Terjadi?
Ada beberapa penyebab yang cukup sering ditemukan.
Duduk Terlalu Lama
Gaya hidup modern membuat banyak orang duduk berjam-jam setiap hari. Di depan komputer. Di mobil. Di sofa. Di meja kerja. Semakin lama otot piriformis berada dalam posisi tertentu, semakin besar risiko mengalami ketegangan.
Cedera Saat Olahraga
Berlari. Bersepeda. Mendaki. Latihan beban. Cedera berulang dapat memicu iritasi pada otot piriformis.
Trauma atau Jatuh
Benturan langsung pada bokong dapat menyebabkan peradangan dan spasme otot.
Ketidakseimbangan Otot
Otot panggul yang lemah dapat membuat piriformis bekerja lebih keras dari seharusnya.
Postur Tubuh yang Buruk
Postur yang kurang baik dalam jangka panjang dapat mengubah distribusi beban tubuh dan meningkatkan tekanan pada area panggul.
Piriformis Syndrome atau Saraf Terjepit? Ini Bedanya
Banyak pasien bingung membedakan keduanya. Berikut gambaran sederhananya.
Piriformis Syndrome
- Nyeri lebih dominan di bokong
- Duduk lama memperberat keluhan
- Nyeri tekan pada bokong
- Pemeriksaan tulang belakang sering normal
Saraf Terjepit Tulang Belakang
- Nyeri punggung bawah lebih dominan
- Batuk atau mengejan dapat memperparah nyeri
- Kelemahan otot lebih sering ditemukan
- Kelainan dapat terlihat pada MRI tulang belakang
Walaupun demikian, diagnosis pasti tetap memerlukan pemeriksaan langsung oleh tenaga kesehatan.
Siapa yang Paling Berisiko Mengalaminya?
- Pekerja kantoran
- Sopir
- Gamer
- Pelari
- Pesepeda
- Atlet
- Orang yang sering duduk lama
- Individu dengan gangguan postur tubuh
Jika kamu termasuk salah satunya, ada baiknya mulai memperhatikan kesehatan area panggul dan bokongmu.
Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?
Diagnosis tidak hanya berdasarkan gejala. Dokter biasanya akan melakukan:
- Wawancara medis
- Pemeriksaan fisik
- Pemeriksaan rentang gerak
- Pemeriksaan saraf
- Tes provokasi khusus
Pada kondisi tertentu dapat diperlukan pemeriksaan tambahan seperti:
- Foto Rontgen
- MRI
- CT Scan
- EMG
Tujuannya untuk memastikan bahwa keluhan memang berasal dari piriformis dan bukan dari penyebab lain yang lebih serius.
Apakah Piriformis Syndrome Berbahaya?
Kabar baiknya, sebagian besar kasus tidak berbahaya.
Namun jika dibiarkan terlalu lama, nyeri kronis dapat mengganggu:
- Aktivitas sehari-hari
- Produktivitas kerja
- Kualitas tidur
- Aktivitas olahraga
- Kualitas hidup secara keseluruhan
Karena itu, jangan menganggap nyeri bokong yang berlangsung berminggu-minggu sebagai hal yang normal.
Cara Mengatasi Piriformis Syndrome
Penanganan tergantung tingkat keparahan.
Istirahat yang Cukup
Kurangi aktivitas yang memperberat nyeri.
Modifikasi Aktivitas
Hindari duduk terlalu lama. Usahakan berdiri dan berjalan setiap 30–60 menit.
Kompres Hangat
Dapat membantu mengurangi ketegangan otot.
Peregangan (Stretching)
Latihan peregangan tertentu dapat membantu mengurangi ketegangan otot piriformis.
Fisioterapi
Fisioterapi sering menjadi salah satu pilihan terapi yang sangat efektif.
Obat-obatan
Pada kondisi tertentu dokter dapat memberikan obat untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.
Injeksi
Pada kasus tertentu yang lebih berat.
Operasi
Sangat jarang diperlukan. Sebagian besar pasien tidak memerlukan operasi.
Latihan Sederhana yang Bisa Dicoba di Rumah
Knee to Opposite Shoulder Stretch
Tarik lutut ke arah bahu yang berlawanan secara perlahan.
Tahan 20–30 detik.
Ulangi beberapa kali.
Figure Four Stretch
Salah satu peregangan yang cukup populer untuk area piriformis.
Hip Stretch
Membantu meningkatkan fleksibilitas panggul. Lakukan secara perlahan dan hentikan jika nyeri bertambah.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Segera periksakan diri apabila:
- Nyeri semakin berat
- Sulit berjalan
- Kelemahan pada kaki
- Mati rasa yang luas
- Gangguan buang air kecil atau buang air besar
- Keluhan tidak membaik dalam beberapa minggu
Mitos vs Fakta Piriformis Syndrome
Mitos:
“Kalau nyerinya menjalar ke kaki pasti saraf terjepit.”
Fakta:
Tidak selalu. Piriformis Syndrome juga dapat menyebabkan gejala yang sangat mirip.
⸻
Mitos:
“Semua nyeri bokong karena salah duduk.”
Fakta:
Ada banyak penyebab nyeri bokong yang perlu dibedakan.
⸻
Mitos:
“Kalau dipijat pasti sembuh.”
Fakta:
Tidak selalu. Pada kondisi tertentu justru dapat memperparah keluhan.
⸻
Mitos:
“Harus operasi.”
Fakta:
Mayoritas kasus tidak memerlukan operasi.
⸻
Checklist Gejala Piriformis Syndrome
Coba perhatikan apakah kamu mengalami beberapa hal berikut:
☐ Nyeri pada salah satu bokong
☐ Nyeri menjalar ke paha belakang
☐ Duduk lama memperberat keluhan
☐ Nyeri saat bangun dari duduk
☐ Kesemutan pada kaki
☐ Nyeri saat berjalan jauh
☐ Nyeri saat naik tangga
Jika beberapa poin di atas terasa familiar, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan (FAQ)
Apakah Piriformis Syndrome bisa sembuh?
Ya. Sebagian besar kasus dapat membaik dengan penanganan yang tepat.
Apakah harus operasi?
Mayoritas tidak memerlukan operasi.
Apakah boleh olahraga?
Tergantung tingkat keparahan dan jenis olahraganya.
Apakah bisa kambuh?
Bisa, terutama jika faktor penyebabnya tidak diperbaiki.
Apakah pijat aman?
Tidak selalu. Sebaiknya lakukan evaluasi terlebih dahulu agar penyebab nyeri benar-benar diketahui.
Kesimpulan
Nyeri bokong yang menjalar hingga ke kaki tidak selalu berarti saraf terjepit. Pada sebagian orang, penyebabnya justru berasal dari otot piriformis yang mengalami ketegangan dan menekan saraf skiatik. Masalahnya, gejalanya sering sangat mirip sehingga banyak orang salah menebak penyebabnya. Karena itu, jangan terburu-buru menyimpulkan sendiri. Apalagi jika keluhan sudah berlangsung lama, semakin berat, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Mengenali penyebabnya sejak dini dapat membantu penanganan yang lebih tepat dan mencegah keluhan menjadi kronis.
Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan kepada keluarga, teman, atau orang terdekatmu. Bisa jadi ada seseorang di luar sana yang selama ini mengira dirinya mengalami saraf terjepit, padahal penyebabnya adalah Piriformis Syndrome.

